Senin, 03 Desember 2012

BAB V



BAB V

PENUTUP

5.1 RANGKUMAN HASIL PENELITIAN

Setelah melakukan observasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data dan kemudian di hitung dengan menggunakan metode chi kuadrat dan metode skala likert, tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap rumah makan terhadap 5 (lima) dimensi yang terdiri dari rasa, harga, pelayanan, menu, dan lokasi.

5.2  SARAN
Mengingat persaingan dalam bisnis warung makan semakin banyak maka disarankan setiap warung makan untuk meningkatkan kualitas rasa dan harga sehingga konsumen merasa puas dan tertarik untuk kembali datang.

Untuk meningkatkan kepuasaan konsumen terhadap warung makan sebaiknya setiap warung makan melakukan inovasi seperti menu makanan yang baru, rasa yang inovatif, serta harga yang terjangkau.

Selain itu untuk peneliti diharapkan dapat menambahkan beberapa variabel lain seperti harga, pelayanan karyawan, lokasi dan lain – lain yang sekiranya dapat mempengaruhi penelitian ini

TEMA


NAMA  : PUJI LESTARI
NPM  : 19210521
KELAS  : 3EA17



TEMA  : KEPUASAN KONSUMEN

JUDUL  : ANALISIS ELEMEN-ELEMEN YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP RUMAH MAKAN SEDERHANA

Minggu, 02 Desember 2012

LATAR BELAKANG MASALAH



Latar Belakang Masalah

Zaman semakin berkembang dengan pesat, begitu juga dengan dunia bisnis saat ini terjadi globalisasi bisnis. Saat ini banyak kegiatan bisnis yang bergerak di bidang kuliner. Setiap manusia di seluruh belahan dunia memerlukan makanan karena merupakan faktor utama yang penting dan berpengaruh bagi kehidupan sehari-hari. Di Indonesia sendiri telah berkembang, di bidang kuliner dengan mudah dapat dijumpai di setiap pelosok daerah. Mulai dari warung tradisional seperti warteg, cafe, sampai restoran ternama pun tersedia.  Masing-masing usaha tersebut pasti memiliki ciri khas tersendiri dalam mempromosikan sampai penyajiannya.

Keberhasilan penjualan warung nasi sangat berkaitan dengan kepuasan konsumen. mengukur kepuasan konsumen merupakan suatu bagian penting untuk mendapatkan hasil di dalam suatu bisnis.

Hal utama yang harus diperhatikan dalam membangun minat beli konsumen adalah menciptakan khas/ciri-ciri dari suatu produk tersebut, semakin unik semakin menarik konsumen untuk mengkonsumsi suatu produk. Semua upaya yang dilakukan untuk mencapai mutu dan memberikan pelayanan yang terbaik  tidak ada artinya sama sekali jika tidak berusaha untuk memuaskan pelanggan dan tidak ada keuntungan yang diperoleh bagi perusahaan tersebut.

Mengukur kepuasan konsumen merupakan suatu bagian penting untuk mendapatkan hasil di dalam suatu bisnis. Pengukuran minat beli konsumen adalah hal yang harus dilakukan bagi setiap pemilik usaha untuk mengetahui sejauh mana peningkatan penjualan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Hal ini akan memberikan suatu pembelajaran bagi si pemilik usaha dalam meningkatkan pelayanan yang lebih baik dan produk-produk menarik kepada konsumen demi berlangsung nya usaha di masa yang akan datang serta dengan tujuan utama yaitu mendapatkan laba

JURNAL 1

Nama  : Puji Lestari
Kelas  : 3ea17
NPM  : 19210521

JURNAL 1


Nasi Timbel Komplit Khas Bandung 

Warung tenda Ceu Eti sudah terkenal di kalangan penikmat Nasi Timbel di Bandung bahkan sampai Jakarta. Warung nasi timbel Ceu Eti ini lebih dikenal dengan nama nasi timbel Istiqomah karena tempatnya yang tepat berada di depan Masjid Istiqomah,Bandung. Anda harus melihat sendiri menu yang ditawarkan dan dijamin Anda tidak akan pernah menyesal untuk melewatkan makan siang di warung ini.

Warung nasi ini memang baru buka sejak tahun 2007 tapi untuk ukuran pelanggan sudah terhitung laris manis. Menu pelengkap nasi timbel pun sangat beragam. Berbagai macam pepes tersedia untuk melengkapi hidangan nasi timbel komplit Anda, dari pepes ayam, tahu, teri jengki, ikan mas, peda dan usus. Menu yang paling banyak diminati di warung ini adalah pepes ayam dantempe bacem.

Nasi timbelnya sendiri ada pilihannya, Anda bisa memesan nasi putih atau nasi merah, disantap dingin atau dihangatlkn lagi dengan oven, semua terserah Anda! Jika memesan nasi timbel komplit, Anda akan memperoleh hidangan berupa nasi yang dibungkus daun pisang, ayam goreng, ikan asin, tempe bacem, sambal leunca dan sambal terasi. Sekilas, tampilannya sama dengan nasi timbel pada umumnya.

Namun kalau bicara soal rasa, dijamin Anda pasti akan selalu merindukan citarasa tempe bacem dan sambalnya. Bahkan kadang-kadang ada pembeli dari Jakarta yang khusus meluangkan waktu mampir di warung Ceu Eti hanya untuk sekedar melepas rindu dengan sambal terasi dan leuncanya.

Bagi Anda yang kurang begitu suka dengan pedas, warung Ceu Eti menyediakan sambal tomat. Rasanya tentu saja tidak sepedas sambal terasi, tetapi tetap mantap untuk dinikmati bersama ayam goreng dan lalapan.

Soal harga, Nasi Timbel Ceu Eti termasuk murah dan mengenyangkan. Menu nasi timbel komplit hanya dihargai Rp9.000. harga pepes di warung ini pun terbilang murah. Pepes ayam hanya dihargai Rp4.500, pepes tahu Rp1.500, pepes teri jengki Rp2.000, pepes peda Rp2.500, pepes ikan mas Rp5.500, dan pepes usus Rp2.000.

Umumnya warung Ceu Eti dipadati pengunjung dari luar kota pada waktu weekend. Karena itu bila Anda memutuskan untuk makan siang di warung ini, jangan pernah pikir dua kali, karena bisa-bisa Anda malah tidak akan kebagian makanan lagi. Soalnya warung ini cuma buka dari pukul 08.30 - 16.30 WIB. Kadang-kadang sebelum jam setengah lima pun, warung sudah berkemas-kemas karena menunya sudah ludes terjual.

Bandung 
memang terkenal dengan makanannya yang murah. Dan di Warung Nasi Timbel Ceu Eti ini Anda akan mendapatlan semua paket menguntungkan yang Anda inginkan.

http://kerockan.blogspot.com/2009/11/nasi-timbel-komplit-khas-bandung.html

JURNAL 2


Nama  : Puji Lestari
Kelas  : 3ea17
NPM  : 19210521

JURNAL 2

Iga Bakar Mas Giri


Kali ini saya mau cerita soal kunjungan kenegaraan saya ke satu resto iga bakar yang relatif baru di Kota Bandung. Namanya "Iga Bakar Mas Giri". Saya pertama kali melihat resto ini karena kebetulan sedang melintas di depan Taman Pramuka di Jl. R.E. Martadinata (alias Jl. Riau) dengan Shogun saya yang keren itu. Jalan Riau memang terkenal dengan banyak resto/warung makan enak dan juga deretan factory outlet-nya. Waktu itu restonya lagi rame, dan banner-nya juga gede dan ngejreng dengan warna dominan merah dan kuning. Mobil dan motor yang parkir hampir sama banyaknya di area parkir yang cukup luas, dan keramaian itu membuat nafsu makan saya curiga.

Sejak masuk dari pintu depan, aroma wangi daging iga yang sedang dibakar sudah tercium. Dapurnya memang terlihat dari ruang makannya, sehingga terkadang asap bakaran pun mampir menggoda hidung pengunjung. Ruangan di dalamnya lega, dengan meja kayu dan empat kursi untuk tiap mejanya. Pastinya resto ini cocok sekali untuk makan rame-rame dengan keluarga atau teman-teman. Pada akhir pekan, siap-siap aja kehabisan tempat. Resto ini menyediakan menu yang semuanya serba berbasis iga sapi. Sebut saja iga bakar, iga penyet, steak iga, sop iga, gule iga, sate iga goreng/bakar, nasi goreng iga, dan masih banyak lagi.

Resto ini, berdasarkan keterangan yang saya baca di lembar menu, dimiliki oleh Sugiri. Pria ini pada 1996 hijrah ke Medan dan membuka warung kaki lima dengan berbagai macam menu, khususnya masakan ala Lamongan. Ternyata justru iga bakarnya yang diminati pengunjung. Alhasil, dia pun melebarkan sayap dengan membuka warung iga bakar di beberapa kota di luar Medan, hingga akhirnya buka di Bandung pada tahun ini.

Pada kunjungan saya yang kedua ini (sebelumnya udah pernah sih), saya memesan nasi goreng iga dan paket iga bakar yang terdiri dari iga bakar + nasi putih + sambal + lalap. Tak lupa saya pesan seporsi tumis kangkung buat sayurnya. Iga bakar di sini dikawal dengan potongan salada, tomat, dan timun, plus masih ditemani semangkuk kecil kuah asin yang mirip sop. Maklum, iga bakarnya selalu disiram dengan bumbu kecap nan lezat. Jadi buat Anda yang kurang suka yang manis-manis, bisa celup-celup aja bakarnya ke sop ini.


Dan... wah, daging iganya empuk dan lezat banget! Mau dipotong dulu pakai pisau atau langsung digigit, dagingnya langsung 'tercerabut'...hehehe. Bagi beberapa orang, daging iganya mungkin terlalu manis. Tapi ini bisa dinetralisir dengan sambal yang disediakan satu pisin (yang cukup bikin keringetan, sebenarnya, kalau dimakan semua), atau dengan sop tadi. Nasi gorengnya sih tergolong biasa saja. Untung masih ada potongan-potongan daging iga yang agak besar dan tetap gurih dan empuk. Paling top ya ditambah tumis kangkung tadi. Kalau menyimak rasa daging iganya, rasanya nggak sulit membayangkan rasa sate iga atau gule iganya, yang sayangnya belum sempat saya cicipi berhubung keterbatasan alokasi di perut. Yang pasti saya akan kembali ke sini lagi kapan-kapan untuk membantai menu-menu yang belum sempat saya cicipi. Oh ya, kalau mau mampir ke sini, sediakan selalu uang pas. Terakhir saya makan di sini, resto ini belum menerima pembayaran elektronik.

Berikut ini daftar menu yang disediakan Iga Bakar Mas Giri:

Iga bakar     19rb (kecil) / 27rb (besar)
Iga penyet    19rb (kecil) / 27rb (besar)
Steak iga    19rb (kecil) / 27rb (besar)
Sop iga     27rb
Gule iga     27rb
Sate iga goreng/
bakar     27rb
Nasi goreng iga  15rb / 23rb
Paket ayam
bakar/penyet   19-21rb

Untuk minumannya, saya kira standar saja. Ada beberapa macam jus buah dengan harga rata-rata 10 ribu dan minuman lain seperti teh, kopi, dan teh botol. Oh ya, resto ini buka dari jam 11.00-23.00.

JURNAL 3


Nama  : Puji Lestari
Kelas  : 3EA17
NPM  : 19210521

JURNAL 3
Warung Nasi Ampera
Peteuy Sambelna Seuhahladalada..

Bogor, Jurnal Bogor

Kenangan tentang tempat makan yang satu ini, sangat banyak mengisi relung rasa bagi saya. Warung Nasi Ampera memang merupakan salah satu tempat makan yang sudah eksis dan mampu bertahan selama puluhan tahun. Pasalnya, warung nasi yang aslinya berasal dari Kota Kembang itu, memang menyuguhkan citarasa masakan Sunda yang sangat pas buat lidah urang Sunda.

Tak heran, kaki ini ringan melangkah memasuki Warung Nasi Ampera yang lokasinya berada di Jl. Kedung Halang Raya (Warung Jambu) Ruko 2 D-E itu, karena telah merasa pasti akan menjumpai sensasi citarasa khas Pasundan yang kasohor, dan terutama, kenangan rasa yang telah tercipta itu. Padahal, warung nasi tersebut baru kali pertama disambangi.

Saat memasuki warung nasi yang menyewa ruko dua lantai dengan lebar bangunan 10 meter x 20 meter itu, suasana sudah ramai oleh para pengunjung. Nyaris seluruh meja yang tersedia penuh terisi. Kebanyakan kalangan keluarga yang datang bersama anak-anak mereka. Sebagian lagi, para karyawan bersama kolega-koleganya tengah asyik menyantap menu-menu yang dihidangkan.

Menurut Aam Hermawan, pengelola Warung Nasi Ampera Warung Jambu Bogor, tempat makannya memiliki kapasitas maksimal 160 kursi. “Tempat kami dibuka setiap hari tanpa hari libur, mulai pukul 8.00 hingga pukul 22.00,” ujar Aam kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Dikatakan Aam, pemilik Warung Nasi Ampera yang dikelolanya, adalah pasangan suami istri H. Hermana dan Hj. Euis yang tinggal di Kota Bandung. “Warung Nasi Ampera yang pertama, dulu berlokasi di terminal Kebon Kalapa Bandung yang kini sudah menjadi Jl. By Pass Soekarno Hatta. Saya juga agak lupa, kapan Ampera pertama kali berdiri. Yang jelas, cabang dan franchisenya ada di berbagai kota,” ujarnya.

Sebagai salah satu pilihan favorit pengunjung hingga saat ini, lanjut Aam, Warung Nasi Ampera yang berlokasi di daerah Warung Jambu Bogor itu dibuka sejak Juni 2006 lalu. “Di Bogor, Warung Nasi Ampera ada di dua lokasi, satu lagi kami buka di Jl. Raya Tajur No.216 Ruko B-C, Bogor,” terangnya.

Jumlah menu yang disediakan di Warung Nasi Ampera, imbuh Aam, tidak lebih dari 50 jenis menu makanan. Untuk menu minumannya, tempat itu hanya menyediakan sekitar 10 jenis minuman olahan di luar minuman botol, seperti aneka juice, es jeruk, es teh manis.

“Untuk teh tawar dan lalapan sambal, kami sajikan gratis bagi para pengunjung. Meski harga cabai kini sudah tinggi, kami tetap mempertahankan policy ini sejak dari awal Ampera hadir untuk menjadi pilihan kuliner bagi masyarakat,” terang Aam.

Harga menu-menu yang ditawarkan di tempat itu, dibandrol dengan harga mulai Rp 1.000 hingga Rp 10.000 untuk menu makanan dan Rp 7.000 sebagai harga tertinggi untuk menu minuman, yakni juice.

“Dapat dikatakan, Warung Nasi Ampera merupakan tempat makan yang menawarkan harga warteg dengan suguhan suasana restoran,” ungkapnya seraya menambahkan, satu orang pengunjung rata-rata mengeluarkan Rp 15.000 untuk memuaskan selera makannya.

Sedangkan menu makanan favorit para pengunjung, menurut Aam adalah ayam bumbu kuning yang penyajiannya digoreng. Menu minuman favorit pengunjung, masih bertahan di citarasa aneka juice, terutama juice alpukat. “Ada satu lagi menu favorit pengunjung Warung Nasi Ampera, yaitu sambal-sambal yang disediakan,” katanya.

Saya pun dipersilakan untuk mencoba citarasa menu masakan yang disediakan. Satu tamusu atau iso, satu tahu kuning, satu tusuk bayah atau paru, dan tak lupa musuh abadi yang kudu diganyang, yakni peteuy, dipilih untuk digorengkan terlebih dahulu.

Tak berapa lama menunggu, menu-menu pilihan itu pun dihantarkan ke atas meja lengkap dengan sepiring nasi putih, satu ranjang lalapan, satu mangkuk kecil sambal, dan satu gelas teh tawar panas bukan hangat. Sebuah sajian hidangan yang menurut saya, very very super duper banget dah.

Tanpa proses pendahuluan yang biasa saya lakukan, yakni tahap pencicipan, sajian Sunda itu langsung menyatu dengan piring nasi. Lalapan yang terdiri dari tiga jenis daun, yaitu daun salada, daun kemangi, dan daun kedondongan, saya lalap tanpa sambal. Semua daun lalapannya sangat segar, wangi, dan mampu menjadi appertizer bagi makanan utamanya.

Citarasa tamusu ternyata tak berubah, tetap menyuguhkan kelezatan bumbu yang pas. Namun yang cukup istimewa adalah citarasa yang disuguhkan menu sate bayah. Rasa yang muncul sungguh mirip rasa dendeng manis, namun lebih mantap karena keempukan dan kelembutan bayahnya langsung menyeruak pada saat digigit.

Laju kunyahan pun saya kendalikan dengan mengambil birama, menanti nada apa yang akan hadir mengiringi suasana santap itu. Setelah beberapa saat berlalu, tak sebuah nada yang hadir. Tiba-tiba dalam relung rasa, hadir sebuah dongeng sebelum tidur yang sewaktu kecil sering dikisahkan oleh almarhum ayahanda. Cerita tentang sakadang kuya jeung sakadang monyet.

Kisah itu pun mengiring suapan demi suapan peteuy goreng yang bercocol sambal. Gemeletuk peteuy yang tergigit, digerus menjadi padu bersama nasi putih dan sambal oleh geraham. Sebuah rasa pedas yang indah pun muncul, rasa panas yang mampu mengalirkan nada kata, “Seuhahladalada...”

http://rasajati.blogspot.com/2008/07/warung-nasi-ampera.html

Selasa, 23 Oktober 2012

TEMA


NAMA    : PUJI LESTARI
NPM       : 19210521
KELAS   : 3ea17


TEMA   : "ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP SUATU PRODUK"